Jumat, 03 Juli 2009

NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum)



Pengembangan pemanfaatan jenis Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan salah satu pendekatan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat, karena tanaman ini memiliki manfaat ganda yaitu manfaat ekonomi dan manfaat ekologi. Manfaat ekonomis antara lain sebagai penghasil kayu untuk bahan konstruksi dan sebagai sumber bahan baku energi alternatif, mengingat biji tanaman ini memiliki kandungan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati. Sedangkan manfaat ekologis dari
Nyamplung yaitu tanaman ini mempunyai fungsi perlindungan ekosistem daratan dan perairan seperti menahan abrasi gelombang laut, pengendali intrusi air laut, dan memelihara kualitas air terutama air payau. Disamping itu tanaman nyamplung juga mempunyai potensi yang menjanjikan sebagai bahan obat-obatan.

Nyamplung atau sebagian masyarakat menyebutnya dengan Bintangur, umumnya tumbuh pada hutan dataran rendah, bahkan ada pula jenis yang tumbuh dekat laut. Tanaman ini umumnya menyukai tanah pasir berlempung (sandy loam). Struktur pohon rindang dan berukuran besar, bercabang banyak dan tinggi pohon bisa mencapai lebih dari 20 meter, dengan diameter batang pohon hingga 100 Cm.



Nyamplung mulai berbuah pada umur 7 tahun, biasanya pada bulan Juli hingga Desember. Buahnya berbentuk bulat berwarna hijau hingga kekuningan dengan diameter 2,5 - 3 Cm, menggantung pada tangkai buah. Buahnya akan jatuh bila telah masak.

Penyebaran Nyamplung di Indonesia meliputi berbagai wilayah pesisir pantai pulau-pulau di Papua, Maluku, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Sumatera. Tanaman ini dikenal dengan beberapa nama daerah seperti benaga, bintangur (Kalimantan), mentangur, penaga, punaga (Sumbar), dingkaren (Sulut), lingkaren, dunggala (Gorontalo), camplong (Timor), fitako (Ternate), hatau, hitaulo (Ambon).

Hasil Penelitian Minyak Nyamplung untuk Biodiesel.

1.Produksi biji kering per tahun sekitar 5-7 ton dengan jarak tanam 3 x 3,5 m2, setiap pohon menghasilkan 30-50 Kg biji (Friday dan Okano, 2005) dan kadar minyak berkisar antara 50-70%.

2. Proses yang sesuai untuk pengolahan minyak nyamplung menjadi biodiesel adalah proses EET yaitu esterifikasi-transesterifikasi. Dengan proses EET bilangan asam biodiesel dapat diturunkan dari 61,92 mg KOH/g menjadi 0,66 KOH/g. demikian pula kriteria lainnya seperti viskositas, densitas, angka setana, titik nyala, residu karbon, belerang, fosfor, gliserol total, sisa gliserol total dan kadar ester alkil semuanya memenuhi standar biodiesel SNI No. 04-7182-2006 dan ASTM D 6751.

3.Kelebihan lain biodiesel dari minyak nyamplung dibandingkan dengan minyak lainnya yaitu selain menghasilkan gliserin sebagai hasil sampingan (10%), juga menghasilkan stearin (coklat putih) sebesar 5%.


Proses Pembuatan Minyak Nyamplung.
Secara sederhana minyak nyamplung dapat diperoleh dengan cara memecah tempurung biji nyamplung yang telah tua dan diambil bagian dalamnya yang berwarna putih gading. Untuk mendapatkan hasil yang baik biji nyamplung sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum kemudian dijemur hingga kering dan selanjutnya diperas dengan alat pengepres hingga keluar minyaknya. Dari 2 Kg biji nyamplung dapat dihasilkan satu liter minyak nyamplung.

Teknik Budidaya

Tanaman Nyamplung dapat diperbanyak melalui cara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif dengan menggunakan biji yang sudah tua atau masak yang ditandai dengan biji yang sudah berwarna merah atau kuning, berbatok coklat dan sudah jatuh dari pohonnya. Sedangkan perbanyakan melalui cara vegetatif dilakukan dengan cara membuat stek cabang atau batang, dan dapat pula dilakukan dengan cara dicangkok.

Keuntungan lain dari pengembangan tanaman nyamplung sebagai bahan baku biodiesel di daerah pantai, selain menghasilkan biodiesel untuk para nelayan juga menghasilkan kayu yang keras dan tahan terhadap hempasan air laut. Hal ini menyebabkan para nelayan sejak lama telah menggunakan kayu tersebut sebagai bahan pembuat perahu dan dayung mereka.*Sumber:leaflet Nyamplung-Dephut(2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar