Sabtu, 19 Februari 2011

POHON PULAI (Alstonia scholaris (L.) R.Br.)

Sebagai Tanaman Obat

Pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) atau biasa disebut pule di beberapa daerah, termasuk ke dalam famili Apocynaceae. Tanaman ini bisa tumbuh sangat tinggi dan besar. Tingginya bisa mencapai 15 meter dengan diameter batang pohon mencapai 60 cm. Tanaman ini hidup baik di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.Pohon ini banyak tumbuh liar di hutan dan ditanam di perkebunan untuk bahan baku pensil, seperti di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Pulai banyak pula tumbuh di daerah Jambi, Bengkulu, Kalimantan, dan daerah lainnya. Kayu Pulai termasuk kelompok kayu ringan dengan berat jenis bervariasi antara 0,27 - 0,49. Dari segi kekuatannya tergolong kayu kelas kuat IV-V. Dari sifat pengerjaannya, kayu pulai mudah digergaji, diserut dan dibor, baik dalam keadaan segar maupun kering. Mudah diawetkan dan dikeringkan, tingkat keawetannya termasuk kelas awet V (kayu yang mudah diserang oleh mikroorganisme dan serangga (jamur biru dan bubuk kayu kering).

Khasiat Dan Kandungan Kimia

Pohon pulai mengandung banyak getah. Getah berwarna putih, rasa getahnya sangat pahit. Rasa pahit itu didapatkan pula dari akar, kulit batang, dan daunnya.Ternyata, getahnya itu banyak mengandung kimia. Pada bagian pohon ini terdapat bahan yang sudah diketahui antara lain alkaloida berupa ditamine, ditaine, dan echi-kaoetchine. Pada kulit batang, terdapat kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol. Sedangkan, untuk zat pahitnya terdapat kandungan echeretine dan echicherine.

Dari kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, pulai sering pula digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini memiliki sifat antipiretik, antimalaria, antihipertensi serta antiandenergik, dan melancarkan saluran darah.Penggunaan kandungan ini bisa berasal dari akar, kulit batang, daun, dan getah pulai. Dapat dijadikan obat nyeri (di sisi dada atau karena tusukan) jika dikunyah bersama pinang dan ampasnya dibuang. Akarnya juga obat tukak di dalam hidung, mengobati koreng dan borok.

Kulit batang pulai bermanfaat untuk mengatasi demam, hipertensi, tonikum, ekspektorant, perut kembung, ginjal membesar, demam nifas, hemorhoid, dan sakit kulit. Cara penggunaannya adalah dengan merebus kulit batang pulai yang dicampur dengan bahan lainnya. Air rebusannya itu disaring dan diminum sekaligus. Penggunaan getahnya dapat pula berkhasiat untuk mengatasi koreng, borok pada hewan, bisul, dan kecacingan (kremi). Untuk mengatasi penyakit tersebut, getahnya dicampurkan dengan bahan lain.

Daunnya pun punya manfaat yang banyak. Dengan merebus daun pulai dan bahan lainnya bisa mengobati sifilis, beri-beri, sakit usus, cacing, disentri, diare menahun, diabetes, dan malaria. Khusus untuk malaria, jenis pulai yang sering digunakan adalah pulai waluh.

1 komentar: