Senin, 01 Juni 2009

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) SULTAN SYARIF KASIM




TAHURA Sultan Syarif Kasim ditunjuk oleh Gubernur KDH Tk. I Propinsi Riau berdasarkan SK No. 367/IV/1985 tanggal 24 April 1985 tentang Penunjukan Kelompok Hutan Sungai Takula Minas Km 20 sebagai kawasan hutan dengan fungsi hutan wisata seluas 1.000 Ha.

Secara geografis TAHURA Sultan Syarif Kasim secara administratif termasuk Kecamatan Rumbai, Kotamadya Pekan Baru; Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Dati II Kampar; dan Kecamatan Mandau, Kabupaten Dati II Bengkalis, Propinsi Riau.

Topografi TAHURA Sultan Syarif Kasim Kondisi bervariasi dari datar, bergelombang ringan sampai sedang, dengan kemiringan 0 sampai 45%. Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson TAHURA Sultan Syarif Kasim termasuk ke dalam klasifikasi type A dengan curah hujan rata-rata pertahun 100 s/d 300 mm. Suhu udara minimum 21°C, maksimum 32,9°C dengan kelembaban rata-rata 83%.


Potensi Sumberdaya Alam

Flora

Vegetasi merupakan tipe hutan hujan tropis dengan didominasi oleh tumbuhan jenis pohon antara lain Kompas (Koompasia maccensis), Kelat (Eugenia spp.), Kulim (Scorodocarpu bernensis), Medang (Alseodaphne sp. ), Cengal (Hopea sp.), Balam (Palaqium sp) dan lain sebagainya.

Fauna

Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai antara lain Rusa (Cervus sp.), Babi hutan (Sus scrafa), Gajah (Elephas maximus sumatrensis), Ungko (Hilobaatidae), Trenggiling (Manis javanica) dan berbagai jenis burung seperti Rangkong (Beuceratidae), Punai dan lain sebagainya.

Potensi wisata alam

Di samping keadaan alamnya sendiri yang potensial sebagai tempat wisata juga terdapat beberapa obyek yang dapat dinikmati, antara lain : sumber air, panorama alam hutan.Beberapa Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain : lintas alam, dan berkemah.

Sarana kemudahan dan pelayanan

Sarana kemudahan yang ada antara lain pendopo, jalan masuk, jalan setapak dari semen, jalan utama, tempat parkir, pintu gerbang, MCK, jembatan dan camping ground.

Pencapaian ke lokasi

TAHURA Sultan Syarif Kasim terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota Pekan Baru - Minas - Duri - Dumai, dapat dicapai dengan kendaraan darat 1,5 jam dari kota Pekan Baru.


TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) SEULAWAH

Dasar hukum, letak dan luas
Calon TAHURA Seulawah ditidaklanjuti oleh Pemda melalui penetapan Surat Keputusan Gubernur Kepala D.I. Aceh No. 522.51/442/1990 tanggal 4 September 1990 tentang Pembentukan Tim TAHURA Seulawah dengan luas 25.000 Ha. Dari luas tersebut akan dipilih 10.000 Ha yang dianggap layak dan dapat mewakili keanekaragaman potensi flora, fauna maupun potensi fisik lainnya yang ada.
Secara geografis Calon TAHURA Seulawah terletak pada 0525' Lintang Utara dan 9540' Bujur Timur. Secara administratif termasuk Kabupaten Dati II Aceh Besar dan Kabupaten Dati II Pidie, Propinsi D.I. Aceh.
Potensi sumber daya alam
a. Topografi
Keadaan topografi Calon TAHURA Seulawah pada umumnya berbukit-bukit. Sebagian kecil dari areal tersebut merupakan dataran dengan status sebagai hutan negara bebas dengan ketinggian 0-40 m dpl dan berada di kaki Gn. Seulawah Agam.
b. Iklim
Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, Calon TAHURA Seulawah termasuk dalam tipe iklim B dan C. Hasil pencatatan rata-rata curah hujan pertahun sebesar 67-101 hari. Curah hujan berkisar antara 1.750-2.000 mm/tahun. Temperatur udara rata-rata minimum 22°C dan maksimum 30°C. Kelembaban nisbi rata-rata 92,7% pertahun dan tekanan udara rata-rata 1.212,1 MB pertahun atau 1010,1 MB perbulan.
c. Flora
Calon TAHURA Seulawah memiliki berbagai jenis flora yang didominasi antara lain oleh Pinus (Pinus mercusii) dan Akasia (Acasia auriculiformis) seluas 250 Ha, serta padang alang-alang yang luas 5.000 Ha atau 20%. Penyebaran jenis-jenis flora ini hampir merata di semua kawasan, mulai dari hutan pantai, hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi. Di sekeliling Calon TAHURA Seulawah dijumpai padang alang-alang yang diselingi dengan hutan-hutan muda.
d. Fauna
Berbagai jenis fauna terdapat di kawasan Calon TAHURA Seulawah yang antara lain: Rusa (Cervus unicolor), Babi (Sus Scrofa), Landak (Hystrik brachyura), Kancil, Kera ekor panjang, Burung sri gunting, Burung sempala, Ayam hutan, dan Lutung. Di samping itu dijumpai juga jenis mamalia besar di antaranya Gajah (Elephas maximus). Penyebaran jenis fauna hampir merata di seluruh kawasan.
Potensi wisata alam
Di samping keadaan alamya sendiri yang potensial sebagai tempat wisata juga terdapat beberapa obyek yang dapat dinikmati, antara lain: air terjun berair panas, sumber air panas, kawah ie juk, kawah belerang, tempat mengasin satwa, kubangan gajah, rumah, kolam, saluran pembagi air, bendungan tua peninggalan Belanda, mata air, lembah Mon Jasa Ma, Makan Tgk. Lamcut, Mesjid Tgk. Keumuruh, tebing batu bersusun, lintasan gajah, lantai gunung berbatu, alur besar berbatu, gunung gajah, batu monyet, tempat bermain siamang di pagi hari.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan
Beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain : lintas alam, berenang, atraksi gajah dan siamang dan lain sebagainya.
Sarana kemudahan dan pelayanan
Sarana kemudahan dan pelayanan yang ada baru jalan setapak.
Pencapaian ke lokasi
Calon TAHURA Seulawah yang letaknya sangat strategis karena terpotong oleh ruas jalan lintas antara Medan - Banda Aceh, sangat mudah dijangkau baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua dengan jarak tempuh 50-70 km dari kota Banda Aceh.
Peluang usaha yang dapat dikembangkan
Peluang usaha yang dapat dikembangkan di Calon TAHURA Seulawah antara lain : usaha jasa pemandu wisata, usaha jasa akomodasi, dan usaha jasa sarana boga

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) BUKIT BARISAN


Tahura Bukit Barisan merupakan Tahura ketiga di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 48 Tahun 1988 tanggal 19 Nopember 1988. Pembangunan Tahura ini sebagai upaya konservasi sumber daya alam dan pemanfaatan lingkungan melalui peningkatan fungsi dan peranan hutan.
Tahura Bukit Barisan adalah unit pengelolaan yang berintikan kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi denga luas seluruhnya 51.600 Ha. Sebagian besar merupakan hutan lindung berupa hutan alam pegunungan yang ditetapkan sejak jaman Belanda, meliputi Hutan Lindung Sibayak I dan Simancik I, Hutan Lindung Sibayak II dan Simancik II serta Hutan Lindung Sinabung.
Bagian lain kawasan Tahura ini tersiri terdiri dari CA/TW. Sibolangit, SM. Langkat Selatan TW. Lau Debuk-debuk dan Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit.
FLORA DAN FAUNA
Kawasan hutan ini didominasi oleh jenis-jenis pohon pegunungan baik jenis lokal maupun yang berasal dari luar. Beberapa jenis tersebut antara lain : Pinus Merkusii, Altingia exelsa, Schima wallichii, Podocarpus sp, Toona surei dan jenis yang lain seperti Durian, Dadap, Rambutan, Pulai, Aren, Rotan, dan lain-lain.
Jenis tanaman yang berasal dari luar diantaranya : Pinus caribeae, pinus khasia, Pinus insularis, Eucalyptus sp, Agathis sp, dan lain-lain.
Beberapa fauna yang hidup di kawasan ini antara lain : Monyet, harimau, siamang, babi hutan, ular, elang, kecil, rusa, treggiling, dan lain-lain.
WISATA
Sebagian dari Kawasan Tahura, terutama sekitar Tongkoh dan Brastagi telah berkembang menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang penting di Sumatera Utara.
Faktor penunjang utama sebagai obyek wisata adalah udara yang sejuk, vegetasi alam yang baik dan pemandangan alam yang indah, sumber air dan danau Toba serta budaya yang memikat.
Disamping itu sarana prasarana juga cukup memadai, seperti : jalan raya dengan kondisi yang baik dan mulus yang menghubungkan sebagian besar kawasan Tahura, sarana akomodasi dan penginapan, lokasi perkemahan dan jalan setapak dibeberapa kawasan.
Bagi yang berminat didunia penelitian (research), Tahura Bukit Barisan juga dapat dijadikan gudang ilmu pengetahuan. Penelitian tidak terbatas pada bidang flora dan fauna saja tetapi juga mencakup bidang hidrologis serta sosial budaya..Sarana akomodasi dan penginapan sudah tersebar disekitar, mulai dari Sibolangit sampai dengan Brantagi baik berupa penginapan sederhana maupun hotel berbintang taraf international. Sebagai jantung utama Tahura Bukit Barisan berada di Tongkoh.
(Gambar 1. Jalan penuh liku dan tanjakan menuju Tahura)
Di Tongkoh ini telah disediakan fasilitas penginapan, ruangan primer, perpustakaan, restoran, panggung budaya, juga aktrasi tunggang gajah, serta sarana karantina satwa. Selain untuk wisata , lokasi Tongkoh juga cocok untuk kegiatan penelitian, olah raga misalnya Lintas Wisata Alam dsb.
Masyarakat yang bermukim disekitar Tahura Bukit Barisan terdiri dari suku Melayu, Karo, Aceh dan Batak. Mata pencarian penduduk utamanya adalah petani dan pekebun. Produksi utama sayur mayur adalah kol, buncis, wortel, sawi, buah-buahan seperti jeruk Tanah Karo sangatlah terkenal demikian pula buah markisa banyak dikebunkan disini dan dapat dinikmati rasanya dalam bentuk sirup markisa.
Pemerintah Daerah sangat berkenan dalam pengembangan budidaya ini, misalnya dalam pentas budaya, pameran buah dalam Festival Buah yang diselenggarakan tiap tahun dsb. Upaya pelestarian budaya, budaya juga dilakukan terhadap peninggalan rumah adat seperti di Lingga.
Kawasan Tahura Bukit Barisan memiliki dua buah Gunung yaitu Gunung Sibayak (2.211 m) dan Gunung Sinabung (2.451 m), gunung ini sering menjadi tantangan bagi para pendaki untuk menaklukkannya. Dianjurkan bila ingin mendaki gunung ini minta izin lebih dahulu kepada instansi yang berwenang, untuk persiapan segala sesuatu serta sangat diperlukan adanya pemandu keselamatan.

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI (BALI)

A. KEADAAN FISIK KAWASAN
Dasar hukum, letak dan luas
Taman Wisata Alam Prapat Benoa ditetapkan sebagai TAHURA Ngurah Rai berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 544/Kpts-II/1993 tanggal 25 September 1993 dengan luas 1.373,50 Ha.
TAHURA Ngurah Rai secara administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung dan Kecamatan Denpasar Kotamadya Denpasar Propinsi Bali, sedangkan secara geografis TAHURA Ngurah Rai terletak pada 1159’-11514 Bujur Timur dan 849’ Lintang Selatan. Pengelolaan kawasan berada pada Sub Seksi KSDA Badung, Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, Kanwil Departemen Kehutanan Propinsi Bali.
Topografi
TAHURA Ngurah Rai secara keseluruhan memiliki konfigurasi lapangan adalah darat yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan lereng menurun ke arah timur, dengan ketinggian antara 0-3 m di atas permukaan laut.
Iklim
Menurut klasifikasi iklim Schmid dan Ferguson TAHURA Ngurah Rai termasuk tipe iklim E dengan curah hujan rata-rata 1.800 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 22°C-28°C.
B. POTENSI BIOTIK KAWASAN
Flora
Keadaan flora pada kawasan TAHURA Ngurah Rai didominasi tumbuhan jenis Sonneratia alba, Duabanga moluccana, Aegiceras corniiculatum, Rhizophora mucronata dan tumbuhan bawah seperti Derris heterophylla dan Acanthus ilicifolius, Rhizophora mucronata dan Avicennia maria.
Fauna
Fauna yang terdapat di dalam kawasan TAHURA Ngurah Rai antara lain berbagai jenis burung seperti : Fregeta minor, Sula leucgaster, Sterna hirundo, Halcyon chloris, Geopelia striata, Streptopelia chinnensis dan Duculaanal, dan Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) serta Teripang (Echinodermata) dan ditemukan juga jenis Mollusca, Gastropoda, Pelecypoda yang hidup pada sisa-sisa batu karang.
C. POTENSI WISATA ALAM
Daya tarik obyek
TAHURA Ngurah Rai merupakan bagian dari kawasan wisata Pulau Serangan, Teluk Banoa dan sekitarnya yang cukup diminati oleh para wisatawan mancanegara maupun nusantara, potensi wisata alam yang cukup menonjol adalah panorama hutan bakau (Ekotourisme) dan adanya kegiatan upacara adat di dalam kawasan Taman Hutan Raya serta panorama pantai yang cukup indah.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan
Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya adalah : lintas alam, menikmati pemandangan alam pantai, berkemah, atraksi wisata bahari dan lain-lain.
Sarana kemudahan dan pelayanan
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata alam di TAHURA Ngurah Rai adalah : jalan masuk, pos jaga, dan jalan setapak.
Pencapaian ke lokasi
Kawasan TAHURA Ngurah Rai terletak pada posisi strategis yaitu kawasan pariwisata Sanur, Nusa Dua dan Kuta, dapat dicapai dengan mudah melalui jalan bypass Sanur - Nusa Dua.
D. PELUANG USAHA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN
Peluang usaha yang dapat dikembangkan di TAHURA Ngurah Rai antara lain adalah : usaha jasa akomodasi dan konsumsi, usaha jasa pemandu wisata alam dan usaha jasa transportasi.