Senin, 01 Juni 2009

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) BUKIT BARISAN


Tahura Bukit Barisan merupakan Tahura ketiga di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 48 Tahun 1988 tanggal 19 Nopember 1988. Pembangunan Tahura ini sebagai upaya konservasi sumber daya alam dan pemanfaatan lingkungan melalui peningkatan fungsi dan peranan hutan.
Tahura Bukit Barisan adalah unit pengelolaan yang berintikan kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi denga luas seluruhnya 51.600 Ha. Sebagian besar merupakan hutan lindung berupa hutan alam pegunungan yang ditetapkan sejak jaman Belanda, meliputi Hutan Lindung Sibayak I dan Simancik I, Hutan Lindung Sibayak II dan Simancik II serta Hutan Lindung Sinabung.
Bagian lain kawasan Tahura ini tersiri terdiri dari CA/TW. Sibolangit, SM. Langkat Selatan TW. Lau Debuk-debuk dan Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit.
FLORA DAN FAUNA
Kawasan hutan ini didominasi oleh jenis-jenis pohon pegunungan baik jenis lokal maupun yang berasal dari luar. Beberapa jenis tersebut antara lain : Pinus Merkusii, Altingia exelsa, Schima wallichii, Podocarpus sp, Toona surei dan jenis yang lain seperti Durian, Dadap, Rambutan, Pulai, Aren, Rotan, dan lain-lain.
Jenis tanaman yang berasal dari luar diantaranya : Pinus caribeae, pinus khasia, Pinus insularis, Eucalyptus sp, Agathis sp, dan lain-lain.
Beberapa fauna yang hidup di kawasan ini antara lain : Monyet, harimau, siamang, babi hutan, ular, elang, kecil, rusa, treggiling, dan lain-lain.
WISATA
Sebagian dari Kawasan Tahura, terutama sekitar Tongkoh dan Brastagi telah berkembang menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang penting di Sumatera Utara.
Faktor penunjang utama sebagai obyek wisata adalah udara yang sejuk, vegetasi alam yang baik dan pemandangan alam yang indah, sumber air dan danau Toba serta budaya yang memikat.
Disamping itu sarana prasarana juga cukup memadai, seperti : jalan raya dengan kondisi yang baik dan mulus yang menghubungkan sebagian besar kawasan Tahura, sarana akomodasi dan penginapan, lokasi perkemahan dan jalan setapak dibeberapa kawasan.
Bagi yang berminat didunia penelitian (research), Tahura Bukit Barisan juga dapat dijadikan gudang ilmu pengetahuan. Penelitian tidak terbatas pada bidang flora dan fauna saja tetapi juga mencakup bidang hidrologis serta sosial budaya..Sarana akomodasi dan penginapan sudah tersebar disekitar, mulai dari Sibolangit sampai dengan Brantagi baik berupa penginapan sederhana maupun hotel berbintang taraf international. Sebagai jantung utama Tahura Bukit Barisan berada di Tongkoh.
(Gambar 1. Jalan penuh liku dan tanjakan menuju Tahura)
Di Tongkoh ini telah disediakan fasilitas penginapan, ruangan primer, perpustakaan, restoran, panggung budaya, juga aktrasi tunggang gajah, serta sarana karantina satwa. Selain untuk wisata , lokasi Tongkoh juga cocok untuk kegiatan penelitian, olah raga misalnya Lintas Wisata Alam dsb.
Masyarakat yang bermukim disekitar Tahura Bukit Barisan terdiri dari suku Melayu, Karo, Aceh dan Batak. Mata pencarian penduduk utamanya adalah petani dan pekebun. Produksi utama sayur mayur adalah kol, buncis, wortel, sawi, buah-buahan seperti jeruk Tanah Karo sangatlah terkenal demikian pula buah markisa banyak dikebunkan disini dan dapat dinikmati rasanya dalam bentuk sirup markisa.
Pemerintah Daerah sangat berkenan dalam pengembangan budidaya ini, misalnya dalam pentas budaya, pameran buah dalam Festival Buah yang diselenggarakan tiap tahun dsb. Upaya pelestarian budaya, budaya juga dilakukan terhadap peninggalan rumah adat seperti di Lingga.
Kawasan Tahura Bukit Barisan memiliki dua buah Gunung yaitu Gunung Sibayak (2.211 m) dan Gunung Sinabung (2.451 m), gunung ini sering menjadi tantangan bagi para pendaki untuk menaklukkannya. Dianjurkan bila ingin mendaki gunung ini minta izin lebih dahulu kepada instansi yang berwenang, untuk persiapan segala sesuatu serta sangat diperlukan adanya pemandu keselamatan.

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI (BALI)

A. KEADAAN FISIK KAWASAN
Dasar hukum, letak dan luas
Taman Wisata Alam Prapat Benoa ditetapkan sebagai TAHURA Ngurah Rai berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 544/Kpts-II/1993 tanggal 25 September 1993 dengan luas 1.373,50 Ha.
TAHURA Ngurah Rai secara administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung dan Kecamatan Denpasar Kotamadya Denpasar Propinsi Bali, sedangkan secara geografis TAHURA Ngurah Rai terletak pada 1159’-11514 Bujur Timur dan 849’ Lintang Selatan. Pengelolaan kawasan berada pada Sub Seksi KSDA Badung, Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, Kanwil Departemen Kehutanan Propinsi Bali.
Topografi
TAHURA Ngurah Rai secara keseluruhan memiliki konfigurasi lapangan adalah darat yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan lereng menurun ke arah timur, dengan ketinggian antara 0-3 m di atas permukaan laut.
Iklim
Menurut klasifikasi iklim Schmid dan Ferguson TAHURA Ngurah Rai termasuk tipe iklim E dengan curah hujan rata-rata 1.800 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 22°C-28°C.
B. POTENSI BIOTIK KAWASAN
Flora
Keadaan flora pada kawasan TAHURA Ngurah Rai didominasi tumbuhan jenis Sonneratia alba, Duabanga moluccana, Aegiceras corniiculatum, Rhizophora mucronata dan tumbuhan bawah seperti Derris heterophylla dan Acanthus ilicifolius, Rhizophora mucronata dan Avicennia maria.
Fauna
Fauna yang terdapat di dalam kawasan TAHURA Ngurah Rai antara lain berbagai jenis burung seperti : Fregeta minor, Sula leucgaster, Sterna hirundo, Halcyon chloris, Geopelia striata, Streptopelia chinnensis dan Duculaanal, dan Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) serta Teripang (Echinodermata) dan ditemukan juga jenis Mollusca, Gastropoda, Pelecypoda yang hidup pada sisa-sisa batu karang.
C. POTENSI WISATA ALAM
Daya tarik obyek
TAHURA Ngurah Rai merupakan bagian dari kawasan wisata Pulau Serangan, Teluk Banoa dan sekitarnya yang cukup diminati oleh para wisatawan mancanegara maupun nusantara, potensi wisata alam yang cukup menonjol adalah panorama hutan bakau (Ekotourisme) dan adanya kegiatan upacara adat di dalam kawasan Taman Hutan Raya serta panorama pantai yang cukup indah.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan
Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya adalah : lintas alam, menikmati pemandangan alam pantai, berkemah, atraksi wisata bahari dan lain-lain.
Sarana kemudahan dan pelayanan
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata alam di TAHURA Ngurah Rai adalah : jalan masuk, pos jaga, dan jalan setapak.
Pencapaian ke lokasi
Kawasan TAHURA Ngurah Rai terletak pada posisi strategis yaitu kawasan pariwisata Sanur, Nusa Dua dan Kuta, dapat dicapai dengan mudah melalui jalan bypass Sanur - Nusa Dua.
D. PELUANG USAHA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN
Peluang usaha yang dapat dikembangkan di TAHURA Ngurah Rai antara lain adalah : usaha jasa akomodasi dan konsumsi, usaha jasa pemandu wisata alam dan usaha jasa transportasi.

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) R. SOERYO (JAWA TIMUR)

A. KEADAAN FISIK KAWASAN

Dasar hukum, letak dan luas

Kawasan Hutan Arjuno Lalijiwo ditetapkan sebagai TAHURA R. Soeryo berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 1128/Kpts-II/1992 tanggal 19 September 1992 dengan luas 25.000 Ha. Sedangkan pembangunannya ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden No. 29 Tahun 1992 tanggal 20 Juni 1992. Peresmian TAHURA R. Soeryo dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Penghijauan Nasional di Propinsi Sulawesi Utara pada tanggal 19 Desember 1992.

TAHURA R. Soeryo secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, Kabupaten Derah Tingkat II Malang, Propinsi Jawa Timur, sedangkan secara geografis TAHURA R. Soeryo terletak pada 11232’00" Bujur Timur dan 7044'30" Lintang Selatan. Pengelolaan kawasan berada pada Resort KSDA Lalijiwo Barat, Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jatim I, Balai KSDA IV, Kanwil Departemen Kehutanan Propinsi Jawa Timur.

Topografi

TAHURA R. Soeryo secara keseluruhan memiliki konfigurasi bervariasi antara datar, berbukit dan gunung-gunung dengan ketinggian antara 1.000-3.000 meter diatas permukaan laut.

Iklim

Menurut klasifikasi iklim Schmid dan Ferguson TAHURA R. Soeryo termasuk tipe iklim C dan D dengan curah hujan rata-rata 2.500-4.500 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 5°C-10°C.

B. POTENSI BIOTIK KAWASAN

Flora

Keadaaan flora dan kawasan TAHURA R. Soeryo didominasi tumbuhan jenis : Cemara (Casuarina junghuniana), Saren (Toenasureni), Pasang (Quercus lincata), Kemelandingan gunung (Mycura javabica) dan berbagai jenis tumbuhan bawah seperti Padi-padian (Sarghum vitidumvakl).

Fauna

Fauna yang terdapat di dalam kawasan TAHURA R. Soeryo antara lain adalah Rusa (Cerous timorensis), Kijang (Muntiacus muncak), Babi hutan (Sus Srofa), Kera abu-abu (Macaca fascicuis), Budeng (Presbytis cristata) dan berbagai jenis burung seperti Tekukur dan Kerenda.

C. POTENSI WISATA ALAM

Daya tarik obyek

TAHURA R. Soeryo memiliki potensi wisata yang cukup bervariasi selain flora dan fauna serta pemandangan alam yang indah pada kawasan tersebut terdapat juga tempat pemandian sumber air panas, Arboretum Cangar yaitu tempat koleksi tanaman langka, Arboretum Sumber Brantas, Gua-gua Jepang, Petapaan Abiyoso, Padang Rumput Lalijiwo, Pondok Welirang, Puncak Welirang dan Petapaan Indrokilo.

Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan

Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya : lintas alam, menikmati pemandangan alam pegunungan, berkemah, mandi air panas dan lain-lain.

Sarana kemudahan dan pelayanan

Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata alam di TAHURA R. Soeryo adalah : jalan masuk, pos jaga, pondok wisata, pendopo, pusat informasi, kantor pengelola, pondok kerja, MCK dan jalan setapak.

Pencapaian ke lokasi

Kawasan TAHURA R. Soeryo dapat dikunjungi dengan mudah dari kota Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto dan Jombang dengan route :

  • Malang - Batu - Sumber Brantas Lokasi 38 Km dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.
  • Mojokerto - Pacet - Lokasi 30 Km hanya dapat dicapai dengan kendaraan pribadi.
  • Surabaya - Pandaan - Priden - Tretes 74 Km dengan kendaraan umum, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Pondok Welirang, Padang rumput Lalijiwo terus ke Gunung Welirang selanjutnya turun ke lokasi dengan waktu perjalanan 14 jam.

D. PELUANG USAHA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN

Peluang usaha yang dapat dikembangkan TAHURA R. Soeryo antara lain adalah : usaha jasa akomodasi dan konsumsi, usaha jasa pemandu wisata alam dan usaha jasa transportasi.*Sumber: http//www.dephut.go.id.

Tahura Wan Abdul Rahman-Lampung

Tahura Wan Abdul Rahman (luas: 22.249,31 ha) adalah salah satu dari 14 Taman Hutan Raya di Indonesia. Ditetapkan sebagai Tahura Wan Abdul Rahman berdasarkan SK Menhut No. 408/Kpts-II/93 dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi Lampung sesuai UU No. 22 tahun 1999, PP No. 25 Th. 2000, Keputusan Menhut No. 107/Kpts-II/2003 serta Keputusan Gubernur Lampung No. 03 tahun 2003.

Secara administratif Tahura Wan Abdul Rahman berada di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kedodong, Gedong Tataan dan Padang Cermin Kota Madya Bandar Lampung. Di dalam kawasan terdapat 4 (empat) buah gunung, yaitu: G. Rantai (1.671 m), G. Pesawar (661 m), G. Betung (1.240 m), dan G. Tangkit Ulu Padang Ratu (1.600 m).
Memiliki ketinggian 1600 dpl dengan topografi yang bergelombang dan berbukit, sementara dipuncaknya adalah gunung betung, gunung pesawaran, gunung ratai dan gunung tangkit padang ratu, sementara sungai-sungai banyak bermuara disana, seperti sungai Way Semak, Way Padang Ratu dan Way Rati dan wilayah ini terdiri atas vegetasi hutan alam (37,06 %), belukar (25,90 %) alang-alang (3,5 %) dan kebun/ladang (32,76 %), dibagi menjadi dua blok pengelolaan yaitu blok perlindungan dengan luas 11.150 ha dan blok pemanfaatan seluas 11.099 ha.
Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman sebelumnya merupakan kawasan hutan lindung register 19 Gunung Betung dengan luas 22.249,31 Hektar, tetapi sesuai dengan potensi alam yang dimiliki, maka kawasan tersebut dikembangkan dengan fungsi antara lain sebagai tempat koleksi flora dan fauna alami, jenis asli maupun bukan asli, sebagai tempat untuk penelitian, pariwisata dan rekreasi, berfungsi sebagai perlindungan system penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Vegetasi hutan di Tahura Wan Abdul Rahman memiliki tipe vegetasi hutan hujan tropis yang didominasi oleh Medang (Litsea firmahoa), Rasamala (Altingia excelsa), Merawan (Hopea mengawan) dan berbagai jenis anggrek, pakis dan rotan. Potensi fauna antara lain: Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Tapir (Tapirus indicus), Kambing hutan (Nemorchaedus sumatrensis), Rusa (Cervus timorensis) dan Beruang madu (Helarector melayanus).

Potensi alam lainnya yang dapat menarik wisatawan adalah beberapa air terjun alami seperti Air terjun Sinar Tiga yang memiliki ketinggian 70 m dengan lebar 6 – 10 m, air terjun Gunung Minggu yang digunakan oleh pengunjung sebagai shower alam, air terjun Talang Rabun memiliki tinggi 30 m, air terjun Tanah Longsor 35 m, air terjun Penyairan 35 m, air terjun Bidadari 20 m dan air terjun Talang Mulya 30 m. Masih banyak air terjun di tahura WAR ini seperti air terjun Gunung Tanjung, Batu Lapis Mata Dewa, Pelangi, Batu Perahu, Kupu Jambu, Tawon, Way Awi, Way Ngeluh dan air terjun Sungai Langka.
Sekitar 80 % luas hutan Tahura berada di Kabupaten Pesawaran, 15 km dari kota Bandarlampung. Terdapat 47 titik pemukiman di Tahura WAR. Sensus 2002 menunjukkan 23.489 KK tinggal di dalam hutan. Dinas Kehutanan telah membuat Master Plan pengembangan Tahura WAR, tinggal menunggu persetujuan dari Departemen Kehutanan.Obyek wisata alam yang memiliki daya tarik wisatawan adalah 5 (lima) buah air terjun.*Sumber:MKI-2008